Warga Tualang keluhkan Pemutusan Listrik Secara Sepihak Oleh PLN Dan Denda Sampai Belasan Juta Rupiah



SIAK:Riaunet.com~Masyarakat di Dua Kampung yaitu Kampung Tualang dan Kampung Perawang barat Kecamatan Tualang Kabupaten siak mengeluhkan sikap pihak PLN Perawang yang memutuskan meteraan listrik atau lebih dikenal KWh tersebut tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu (sepihak).

Selain pemutusan aliran listrik, masyarakat tersebut juga didenda belasan Juta rupiah, namun denda diterima oleh masyarakat tidak mengetahui datang dari mana, yang lebih Ironisnya lagi, warga yang dikenakan denda merupakan warga tidak mampu. Sehingga mereka terpaksa tidak menggunakan penerangan listrik PLN, bahkan ada yang berhutang untuk membayar cicilan denda tersebut. 

Salah satunya Suliani (53) warga Kampung Tualang, terpaksa tidak menggunakan penerangan listrik karena diputusi. Selain itu juga dia harus membayar denda sebanyak Rp 13 juta. Dirinya tidak mau membayar denda karena tidak merasa bersalah. 

Di tempat terpisah di Perawang Barat, Agustina juga mengeluhkan tentang pemutusan meteran listriknyya. Dirinya mengaku bingung mengapa bisa di denda.

"Kita bingung mengapa sampai di denda, kita tidak pernah mencuri arus. Karena tidak punya uang kami bayar secara cicilan. Denda kami sekitar Rp 2 juta lebih. PLN membawa polisi," ungkapnya, Senin (26/9/2016).

Begitu juga warga di Jalan Kandis, Siti yang juga mengaku kaget di denda Rp 10 juta dengan alasan ada batu magnet. Karena tidak memiliki uang,dia harus membayar Rp 5 juta. 

Penghulu Tualang, Juprianto dan penghulu Perawang Barat, Faizal Kecamatan Tualang mengakui ada sejumlah warga yang mengadukan kepada mereka terkait adanya pemutusan listrik secara sepihak tanpa memberitahu pemilik rumah.

Mendengarkan keluhan tersebut Penghulu Kampung Tualang Juprianto turun langsung kerumah warga yang listriknya di putus oleh PLN.
Begitu juga Penghulu Kampung Perawang Barat turun bersama di dampingi Lurah Perawang Yudha Rajasa. 

Sementara di tempat terpisah Manager PT PLN rayon Perawang, Salman menyampaikan bahwa tugas P2TL untuk melihat sambungan dari pelanggan masyarakat. Jika ada sambungan yang salah ditertibkan dan harus ada keadilan, karena mereka telah mencuri arus.

Terkait dengan denda yang dikenakan pada warga ada yang dicicil dan di kurangi, Salman menyebutkan karena ada pertimbangan yang dilakukan, diantaranya warga tidak tahu adanya magnet, maka diberikan keringanan.

"Kita memberikan keringanan kepada warga untuk membayar denda. Dalam tindakan kita melihat dari fakta,"ungkapnya. (Iz)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!