ADVERTORIAL Rohil Investasi Unggulan Potensi Perikanan Lintas Batas Dan Regional

Kepala Dinas Perikanan dan
Kelautan Rokan Hilir M. Amin

Foto Saat Panen Ikan Yang Dilakukan Oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil

RokanHilir:Riaunet.com~Kabupaten Rokan Hilir (Rohil)-Riau secara Geografis terletak dibagian paling utara Provinsi Riau, yang merupakan wilayah pesisir pulau sumatera dengan memiliki luas wilayah berkisar 8.863'59 Km2 atau 886.359 Hektar terletak pada koordinat 1.14 hingga 2.45 Lintang Utara dan 100.17 hingga 101.21 Bujur Timur dengan perbatasan sebelah Utara berbatasan Provinsi Sumatera Utara dan Selat Melaka.
   
Kemudian untuk di sebelah Selatannya berbatasan lansung dengan Mandau kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Kunto Darulsalam Kepenuhan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Selanjutnya Sebelah barat berbatasan kabupaten labuhan batu (Sumut) dan Sebelah Timur berbatasan dengn Bukit Kapur Dumai, Sedangkan sedingjnan kecamatan tanah putih merupakan wilayah terluas di kabupaten Rohil, dengan luas 198.39 Km2 Sedangkan kecamatan Terkecil Kecamatan Tanah putih Tanjung melawan.
   
Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Dan Kelautan Rokan Hilir, Muhammad Amin menjelaskan bahwa wilayah Perikanan Rokan Hilir merupakan potensi Pengembangan perikanan sebagai Gerbang lintas batas perdagangan dan gerbang lintas batas dari malaysia selat melaka melalui pelabuhan rakyat yang ada Seperti pelabuhan Bagansiapiapiapi, Pulau Halang (Kuba)  Sinaboi, Panipahan dan Tanjung lumba-lumba, dan pelabuhan tujuan negeri jiran yang menjadi Orentasi utama pelayaran pelabuhan PortKlang negara Selangor malaysia.
   
"Rokan Hilir sebagai gerbang lintas batas dari Sumut, jalan lintas sumut tersebut melintasi Rokan Hilir Serta beberapa jaringan jalan lokal terdapat dibagian wilayah sebelah barat berbatasan kabupaten Labuhan Batu," Jelas Amin, Selasa (25/10/2016).

Dikatakan Amin, Rohil juga memilki keunggulan Geografis lain yang berhubungan dengan kedekatan Aksesiblitasnya baik kedaerah Dumai.
   
Dalam PP No.26 Tahun 2008 RT/RW Kota Dumai telah ditetapkan salah satu Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Provinsi Riau, salah satu fungsi utama Pelayanannya Sebagai pusat kegiatan dan alih muatan angkutan laut nasional dan Internasional untuk angkutan CPO dan Migas hingga kini pelabuhan dumai sangat membantu proses angkutan CPO yang berproduksi diwilayah kabupaten Rohil.
   
Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto yang merupakan untuk mengetahui tingkat aktivitas, ekonomi yang dihasilkan seluruh faktor Produksi Besarnya Laju pertumbuhan ekonomi dan Struktur perekonomian pada periode daerah tertentu secara mikro perkembangan PDRB Rohil hingga kurun 2012-2014 baik, harga dasar maupun Konstan 2010  sudah mulai memperlihatkan perkembangan yang cukup baik," Katanya,
  
Besar PDRB atas dasar harga berlaku.Rp 58.953,75 Milyar ditahun 2012, Rp.65274,30 Milyar tahun 2013, Kemudian meningkat Rp.74.736,82 Milyar di tahun 2014. Demikian hanya dengan keadaan PDRB Atas Dasar harga kostan 2010 cendrung meningkat dengan cukup 2012-2014 Pada 2012 PDRB Dasar harga Kostan 2010 Sebesar Rp.41.418.18 Milyar, meningkat menjadi Rp 42.450,89  Milyar 2013 dan Rp 44.153 ,18 Milyar 2014.

"Lajunya pertumbuhan Ekomomi Rohil, selama periode 2012-2014 Cukup mengembirakan, Ekonomi Rohil dari tahun 2012-2014 mengalami peningkatan yang cukup berarti dengan lajunya pertumbuhan 33,65 persen-2,49 persen dan 4,01 persen. Secara rata-rata pertumbuhan ekonomi Rohil dari tahun 2012-2014 sebesar 3,38 persen," Papar Amin lagi.

Dijelaskannya bahwa Potensi Perikanan dan produk perikanan dari kegiatan penangkapan dilaut masih memberi kontribusi yang baik, total produksi perikanan Rohil sejak 2011-hingga sekarang terus meningkat yakni berjumlah 55,137 Ton atau sebesar 85,30 persen tehadap produksi perikanan Rohil, sedangkan produksi perikanan dari kegiatan penangkap ikan diperairan umum sejumlah 2.62 persen terhadap produksi prikanan Rokan Hilr sisanya berasal kegiatan Budidaya baik itu dilakukan dikolam maupun dikeramba dan tambak.
   
Produksi perikanan budidaya sudah mulai menunjukan perkembangan yang membaik, sampai akhir 2011 produksi perikanan dari kegiatan baik itu kolam ,tambak maupun keramba sebesar 632.038 Ton atau sebesar 1,09 persen terhadap produksi, dibanding produksi perikanan budidaya tahun sebelumnya maka terjadi kenaikan relaitif tinggi mengingat keadaan budidaya perikanan 2 tahun sebelumnya sebesar 57,068 Ton atau sekitar 9,11 persen, kenikanan ini disebabkan makin meningkatnya motivasi dalam usaha budidaya ikan," Ujarnya. 

Sementara, lanjut Amin, produksi terbesar rohil berasal dari perikanan laut, Pada tahun 2014 produksi perikanan tercatat sebanyak 53.080.00 ton, dimana sebanyak 51.070.00 ton atau 93,74 persen merupakan hasil perikanan laut, dan perairan umum hanya 2.010,00 ton 3,69 persen 

"Sedangkan hasil perikanan budidaya bila dibanding dengan total produksi tahun sebelumnya berjumlah 50.23.46 Ton berarti produksi perikanan 8,46 persen mengalami adanya peningkatan," Paparnya. (Adv) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!