Antisipasi Laka Lantas di Jembatan Meredan, Polsek Tualang silahtuhrahmi Dengan Pedagang



SIAK:Riaunet.com~Untuk mengantipasi terjadinya kecelakaan Lalu lintas di Jembatan Sultan Syarif Kasim atau lebih dikenal dengan Jembatan Meredan, Polsek Tualang berserta jajarannya melakukan silahtuhrahmi dengan pedagang di salah satu kedai masyarakat dekat Pos Dinas Perhubungan diujung Jembatan Meredan, Sabtu (29/10/2016).

Silahtuhrahmi Kapolsek Tualang merupakan wujud peduli kepolisian terhadap pedagang, sebab areal yang menjadi tempat usaha pedagang untuk merais rezeki merupakan areal yang dilarang undang-undang.

"Kita tidak menginginkan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan pengendara minggu kemaren terulang lagi," Kata Kapolsek Tualang Kompol Ali Dahmar Siregar kepada riaunet.com.

Kapolsek sangat prihatin dengan kondisi pedagang yang berjualan di atas jembatan meredan, selain melanggar Undang undang Lalu lintas No 22 tahun 2009 bahwa pengendara tidak boleh berhenti apalagi berjualan di Jembatan.

Dia menyadari tindakan yang dilakukan oleh pedagang tersebut merupakan tindakan yang sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan berlalu lintas nantinya.

Kapolsek buat Komunitas Pedagang. 

Upaya Kapolsek Tualang Kompol Ali Dahmar Siregar tidak tanggung-tanggung untuk menertipkan para pedagang yang berjualan di atas Jembatan Sultan Syarif Kasim atau yang lebih di kenal jembatan meredan tersebut.

Upaya Kapolsek Tualang salah satunya adalah untuk pembentukan komunitas Pedagang yang nanti dibinanya.

"Saya bersedia menjadi Pembina buat pedagang khusus di jembatan meredan ini, sebab tindakan yang dilakukan pedagang berjualan merupakan tindakan yang salah karna memiliki resiko rawan kecelakaan, " Kata Kapolsek Tualang Kompol Ali Dahmar Siregar.

Adapun data yang dapat diperoleh, sebanyak 25 pedagang, namun yang hadir cuma 16 pedagang, seperti pedagang makanan ringan, pedagang Bakso bakar, sate dan pedagang minuman yang menjajakan usahanya di atas jembatan meredan tersebut.

"Semua pedagang akan kita data, kemudian kita bentuk komoditas dan selepas itu baru kita sama-sama mengawasi jembatan meredan tersebut, kalau ada yang berhenti maupun berjualan silahkan lapor ke kami biar kami tindak," Tegas Kapolsek. 
Namun, terkait ketakutan pedagang mengenai omsetnya berkurang, dirinya berpesan bahwa itu tidak terlepas dari kita mau berusaha, artinya selagi kita mau berusaha pasti ada jalan.

"Saya bukan melarang para pedagang untuk berjualan dan saya tidak memiliki kepentingan disini, namun saya prihatin dengan pedagang berjualan disitu, kan ada tempat yang lebih aman terutama dipangkal maupun di ujung jembatan meredan ini untuk berjualan," Sebutnya.

Sementara itu, perwakilan salah satu pedagang, Rasidin mengakui sudah  melanggar aturan, namun dirinya bersedia mengikuti apa yang dianjurkan kapolsek untuk berjualan di Ujung maupun dipangkal jembatan ini.

Rasidin menginginkan aturan tersebut diberlakukan untuk semua pedagang, jangan pandang bulu. (iz)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!