[OPINI] Pentingnya Pemilih Pemula Dan Pemuda Dalam Pilkada Kota Pekanbaru



Penulis: YUSUF RAIHAN. (Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Riau), Kamis (27/10/2016)


Pekanbaru:Riaunet.com~Salah satu kekhawatiran terbesar dalam pemilihan apapun partisipasi orang-orang muda, yang secara historis rendah. Sering kita lihat aksi Mahasiswa dan Pemuda terkait kebijakan Pemerintah yang tidak pro terhadap masyarakat. Protes ini menunjukkan bahwa pemuda yang sering digambarkan sebagai politik apatis, sebenarnya prihatin tentang politik dan pemerintahan.

Generasi yang tua, mereka sudah memiliki kandidat untuk mereka pilih bahkan sebelum disahkannya sebagai calon. Mereka tahu siapa yang akan mereka pilih, dan sangat jarang berubah bahkan tidak ada yang berubah. Jadi orang-orang yang lebih muda lah di mana kekuatan pada PEMILU itu. 

Apakah Anda percaya jika saya katakan bahwa kaum muda cenderung memiliki dampak besar pada hasil PEMILU?. Mungkin tidak. Itu karena kami berulang kali dan terus-menerus mendengar bahwa orang-orang muda secara politik seakan terlepas. Hanya sebagian yang memperhatikan politik dan bersuara. Dan ada banyak bukti yang mendukung klaim ini. 

Dari data terakhir saat Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Pekanbaru terakhir yaitu 627.212 dari total 1.005.014 penduduk dan 35,35% adalah pemilih yang berusia 17 s/d 29 Tahun.

"Pada Pemilihan Walikota (Pilwakot) pekanbaru tahun 2011 hanya 269.331 masyarakat yang ikut memilih, artinya 50,24 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap yang berjumlah 536.113 pemilih Ada 266.782 pemilih atau sekitar 49,76 persen yang tidak menggunakan hak pilihnya atau hak suaranya.

Tapi di tahun 2017 ini pemilu Kota Pekanbaru mungkin awal dari kebangkitan politik dari kelompok besar pemilu baru di Pekanbaru. Pemuda kini mewakili kekuatan politik baru yang kuat yang akan terus membentuk masa depan politik Indonesia. 

Indikasi awal menunjukkan bahwa jumlah pemilih muda meningkat dari DPT di antara kelompok pemuda pemilih potensial serta pemilih muda yang tergabung didalam partai politik, timses dan relawan terlihat saat PILPRES dan PILGUBRI. 

Di masa lalu, suara politik pemuda seakan diredam oleh kurangnya keterlibatan dan partisipasi. 
Tapi sejak pemilihan masa Reformasi kini telah jauh berbeda. Ratusan ribu pemilih baru memberikan suara saat dimulainya PILKADA langsung oleh rakyat, yang kebanyakan masih muda dan tidak pernah memilih sebelumnya. Pembuat kebijakan, politisi dan tokoh masyarakat dan lainnya yang tidak mendengarkan dan terlibat dengan kekuatan baru ini akan sangat disayangkan. 

"Pemuda yang sejatinya adalah penerus estafet kepemimpinan dimasa yang akan datang harus lebih serius untuk menggalang suara dan kekuatan mereka. Pendidikan–pendidikan politik mereka sering didapat secara otodidak dan hanya dengan membaca-membaca melalui jaringan online tanpa melihat realitas dilapangan, sehingga membuat sisi kritis muncul lebih besar ketika hanya pandai berteori tanpa terlibat dilapang secara langsung, apalagi dewasa ini politik bagi pemuda tidak penting dan kotor. (rdk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!