Warga Ingin Manager PLN Rayon Perawang Hengkang Dari Tualang

SIAK:Riaunet.com~Warga Kecamatan Tualang Kabupaten Siak menginginkan agar Maneger Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Kecamatan Tualang Hengkang dari kota industri tersebut, Kamis (6/10/2016). 

Keinginan masyarakat Kecamatan Tualang tentang Hengkang meneger PLN Perawang didasari dengan program penertiban Pemakaian tenaga listrik (P2TL) yang dinilai tidak memiliki hati nurani, bahkan program P2TL tersebut merupakan momok yang menakutkan buat masyarakat Tualang.

"Kita menginginkan menager PLN Rayon perawang (Salman,red) hengkang dari Tualang ini, sebab kami masyarakat Kecamatan Tualang mengaku resah dengan P2TL ini sebab tidak ada sosialisasi terlebih dahulu dan tidak memiliki SOP yang Semestinya dilakukan oleh petugas," Ungkap Warga Tualang, Betra saat mengikuti pertemuan di aula Kampung Perawang Barat Kecamatan Tualang.

Hal senada juga disampaikan Raja Hot, dia mengatakan bahwa PLN merupakan BUMN yang bersifat Pelayanan kemasyarakat, Namun dilapangan melalui program P2TL kenapa jauh berbeda.

"Seharusnya program P2TL tersebut harus ada sosialisasi terlebih dahulu, kemudian apabila membandel juga baru disidak serta petugasnya  harus memiliki SOP dalam bertugas dan tidak pandang bulu," sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Humas PLN Wilayah Pekanbaru Azhar didampingi Asisten meneger TE Joy mengatakan bahwa program P2TL sudah ada saat PLN berdiri dan memiliki mekanisme secara online.

Program P2TL ini memiliki mekanisme dan SOP serta memiliki dasar hukum yang jelas, Artinya yang terjadi di Kecamatan Tualang ini perlu kita lakukan Investigasi mendalam, "Kita sudah turunkan team Investigasi kelapangan, beri kami waktu paling lama sebulan untuk menyelesaikan persoalan ini,"Jelasnya.

Setelah itu, Kita juga menempatkan staf di rayon perawang untuk masyarakat Tualang dalam berkonsultasi nantinya. 

"Terkait meneger PLN Rayon Perawang Kecamatan Tualang diganti, Dirinya tidak bisa menjawab sebab itu kewenangan General meneger. Nanti kita mengumpulkan berkas investigasi tadi, Kemudian baru kita serahkan ke General meneger (GM) dan GM yang memutuskan," Pungkasnya (iz) 

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!