ADVERTORIAL Pelayanan Kesehatan Masyarakat Perlu Melalui Upaya Promatif Dan Preventip

Terlihat Beberapa Pelaksana Pelayanan Kesehatan Masyarakat Di Rohil

Foto Bersama Pemenang Lomba Kesehatan Saat Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Di Rohil

Menerima Penghargaan Oleh Salah Satu Unit Pelayanan Kesehatan Di Rohil Pada Saat Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN)


RokanHilir:Riaunet.com~Dalam memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar Apel upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan Purna MTQ Kawasan perkantoran Batu enam, Bagansiapiapi, Kamis (17/11/2016)

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 yang mengangkat tema Masyarakat Hidup Sehat Indonesia Kuat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rokan Hilir, Jamiluddin.

Dalam membacakan pidato sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Wakil Bupati Rohil, Drs Jamiluddin mengatakan Tema HKN Ke-52 ini adalah Indonesia cinta sehat dengan sub tema masyarakat hidup sehat Indonesia kuat khususnya Rohil. 

"Semua ini maksudnya untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan, bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan Nasional," katanya 

Di sebutkan Jamiluddin, program prioritas pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 dilaksanakan melalui program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga, sekaligus sebagai tindak lanjut telah terbitkannya peraturan menteri kesehatan tentang pedoman penyelenggaraan program Indonesia dengan pendekatan keluarga. 

"Dana BPJS yang selama ini dengan sistem gotong royong setidaknya terpakai 75% dari para peserta. Untuk itulah diminta agar mengurangi rujukan dengan menangani berbagai penyakit ditingkat pertama," sebutnya.

Dia juga mengatakan, untuk Rokan Hilir berbagai kegiatan sudah mulai berjalan dengan baik sehingga diyakini mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat. 

"Sudah mulai bagus terutama untuk Rumah Sakit Umum, puskesmas perlahan menjadi rawat inap dan semua sarana secara perlahan akan dilengkapi," Kata dia.

Wabup Jamiluddin mengharapkan masyarakat untuk senantiasa selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai penyakit.

"Gerakan masyarakat hidup sehat harus dimulai dari keluarga, sehat itu harus dijaga, artinya dengan keluarga sehat dapat dengan mudah menciptakan gerakan masyarakat hidup sehat," Ujarnya.

Sebelumnya, dalam menyambut HKN ke-52, Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) menggelar berbagai perlombaan diantaranya Lomba sikat gigi dan lomba cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang dipusatkan diaula puskesmas panipahan yang diikuti sebanyak 18 sekolah se-kecamatan Palika. 

Masing-masing pesertanya terdiri dari dua orang yang didampingi oleh guru pembina atau Kepala Sekolah. 

Adapun sekolah yang mengikuti perlombaan itu diantaranya SD Kartini, SD Pertiwi, SD methodist, SDN 001, 003, 007, 010, 011, MI Mujahidin, MI Alqosimiyah, Isthlahiyah, Islamiyah, Al Husin, dan sekolah lainnya," papar Kepala Puskesmas Panipahan, Dr Hj Netty Juliana di panipahan.

Dia menambahkan bahwa untuk juri perlombaan CTPS dipipmpin oleh Dr Fillia, sementara untuk perlombaan sikat gigi jurinya adalah Drg Rotua, dan kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka menyambut HKN, agar semua pihak bisa ikut merayakannya.

"Tentunya dengan perlombaan ini kita berharap agar para siswa memahami apa itu Prilaku Hidup Sehat Bersih (PHBS), karena kedua perlombaan itu merupakan salah satu dari 10 indikator prilaku hidup bersih dan sehat," Kata Netty. 

Dia meminta kepada masyarakat agar terus melakukan aktivitas fisik secara teratur seperti senam dan olahraga lainnya, menkonsumsi sayur dan buah setiap hari agar tubuh sehat, cek kesehatan secara rutin, dan makanlah makanan yang sehat untuk keluarga dengan gizi yang seimbang. 

Karena membangun kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa indonesia dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, selain itu Indonesia saat ini mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti stroke, jantung, diabetes dan lain-lain," Ucap dia. 

Masih kata Netty, Meskipun kesakitan dan kematian akibat Penyakit Menular (PM) semakin menurun, prevalensi penyakit secara umum masih cukup tinggi. 

Periode 1990-2015 pola kematian akibat PTM semakin meningkat yakni dari 37% menjadi 57%, akibat PM menurun dari 56% menjadi 38% dan akibat kecelakaan akan meningkat dari 7% menjadi 13%, dan tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup serta pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktivias fsik, merokok, dll," Katanya.

Meningkatnya kasus PTM, lanjut Netty, akan menambah beban pemerintah karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar, selain itu kasus PTM juga menyebabkan hilangnya potensi/modal sumber daya manusia dan menurunnya produktivitas (productivity loss) yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi. 

Upaya promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah tingginya kesakitan dan kematian akibat PTM dan PM, mengingat pencegahan penyakit sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, ini diperlukan keterlibatan aktif terus menerus seluruh komponen, baik itu pemerintah pusat dan daerah, sektor non pemerintah, dan masyarakat," Ujarnya. 

Untuk itu, perlu adanya sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat, dan Kementerian Kesehatan RI pun telah menetapkan Tema peringatan HKN ke-52 Tahun 2016 "indonesia cinta sehat dengan Sub temanya masyarakat hidup sehat, indonesia kuat". 

"Dengan begitu, Tema ini harus dimaknai secara luas seiring dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)," jelas Netty lagi. 

Dikatakannya lgi, Pentingnya mengedukasi masyarakat agar berperilaku sehat perlu mengajak masyarakat membiasakan hidup sehat serta memberikan tanggung jawab menjaga diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya melalui upaya preventif dan promotif. 

"Sebab sehat itu adalah milik kita, tidak pandang usia, sehingga pada setiap tahapan siklus hidupnya sejak usia dini hingga lanjut usia harus cinta sehat," tutupnya. (Sr)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!