ADVERTORIAL Petani Padi Masih Andalkan Lahan Sawah Tadah Hujan, Pemkab Rohil Akan Bangun Embungan

Bupati Rohil H Suyatno Saat Berbincang-Bincang Saat Mengunjungi Salah Satu Lahan Sawah Milik Petani Rohil

Bupati Rohil H Suyatno Saat Melukan Penanaman Padi Dilahan Sawah Salah Satu Petani Rohil

Salah Satu Petani Rohil Saat Mengumpulkan Padi Hasil Panennya di Rohil


RokanHilir:Riaunet.com~Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir terus meningkatkan target pendapatan hasil panen petani untuk kesejahteraan masyarakat, ini terlihat semakin gencarnya keseriusan didaerah pesisir bagan jawa kecamatan bangko yang akan dijadikan lahan percontohan tanaman padi dengan persiapan lahan seluas 500 Hektar, sebagai tahap pertama rencananya pemerintah daerah akan membangun embung dilahan-lahan pertanian selama petani padi masih manfaatkan pengairan mengunakan tadah air hujan.

Dengan adanya embungan tersebut petani bisa dapat menanam padi dalam setahun 2 kali atau 3 kali setahun, karena masyarakat Bagan Jawa Pesisir hidup bergantung pada hasil pertanian, makanya dinas terkait akan melakukan pembinaan bagaimana lahan dipesisir bagan jawa bisa mengimbangi daerah kecamatana rimba melintang dan kecamatan kubu maupun didaerah kecamatan pekaitan sebagai sentral penghasil padi diwilayah kabupaten Rokan hilir-riau.

Tentunya Pemkab Rohil ingin membantu para petani disini dan ingin membuat pintu air agar nantinya air pasang surut tidak mengenangi lahan sawah, pembanguan tanggul dan embung sangat diperlukan untuk daerah persawahan masyarakat.

Nantinya dengan dibangunnya pintu air dan tangggul ini dapat menahan jika air pasang naik dan tidak merusak tanaman padi dan petani bisa melakukan penanaman 3-kali dalam satu tahunnya.

Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait juga akan membenahi dan melakukan pembangunan dari sekarang sesuai dengan RPJMD 2017, selain itu,Kendati juga menegaskan kepada seluruh camat dan datuk kepenghuluan se-kabupaten Rokan hilir supaya untuk mempertahankan potensi lahan pertanian yang ada didaerahnya masing-masing. 

Misalnya, kecamatan Rimba melintang Kecamatan Kubu dan Pekaitan merupakan lumbung penghasil padi terbesar dirohil bahkan tingkat diprovinsi riau. Untuk itu camat harus mampu mempertahankan predikat itu dengan melakukan pembinaan terhadap para petani agar lahan pertanian yang masih tersisa tidak dialihfungsikan ketanaman lain, dan potensi yang kita miliki harus tetap dipertahankan dengan baik," Kata Bupati Rohil, H Suyatno di bagansiapiapi, Selasa (22/11/2016). 

Pada kesempatan itu juga, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Rohil, Ir H Muslim, SH menjelaskan bahwa sejumlah wilayah kabupaten Rokan Hilir masih mengandalkan lahan sawah tadah hujan, karena lahan sawah  sistem pengairan tersebut masih mengandalkan curah hujan, sebab Jenis lahan sawah ini hanya menghasilkan apabila di musim hujan.

Jika di musim kering (kemarau) lahan sawah ini dibiarkan dan tidak diolah karena sulitnya air atau tidak ada sama sekali," Ujarnya. 

Muslim juga mengatakan, Lahan sawah tadah hujan umumnya hanya dipanen setahun sekali, Intensitas penggunaan tenaga kerja di sawah tadah hujan lebih tinggi, karena petani harus sering menyulam (menanam kembali dibandingkan dengan sawah yang menggunakan irigasi.

"Tingkat produktivitas hasil pertanian tadah hujan secara umum rendah, ini disebabkan karna kondisi tanah yang terdegradasi, tingginya evaporasi, kekeringan, banjir, dan minimnya manajemen air, namun sistem tadah hujan memiiki potensi untuk lebih produktif dengan mengelola air hujan dan kelembaban tanah lebih efektif dan Efesien," Katanya.

Lanjut dia, Berdasarkan Data Statistik Pertanian (DSP), Padi Tadah Hujan untuk bulan Januari s/d Juni 2016 dapat dilihat pada tabel Curah hujan dan musim kemarau diwilayah kabupaten Rokan Hilir. 

Selain itu, pemerintah Provinsi Riau juga telah melakukan pemetaan lebih dari 6.000 hektare lahan sawah untuk dijadikan sebagai upaya swasembada pangan yang berada di sejumlah wilayah kecamatan, dan untuk Kecamatan Bangko dipetakan lahan seluas 2.000 hektare lebih," Sebut dia.

Muslim juga menjelaskan bahwa kecamatan Sinaboi ada sekitar 2.000 hektare lahan yang akan dijadikan sawah unuk tanaman padi dan di Kecamatan Pekaitan juga ada dengan luas lahan yang sama, sedangkan di Kecamatan Kubu dan Pasir Limau Kapas total luas areal pertanian ada 116 hektare dan di Kecamatan Bagan Sinembah dipetakan lahan berkisar 100 HA.
         
Program pemetaan dimaksudkan untuk mengetahui luas total areal pertanian padi di Kabupaten Rohil. Untuk luas lahan areal pertanian padi sawah di sentra produksi padi Kecamatan Rimba Melintang saat ini telah mulai masa penanaman yakni seluas 949 hektare, 300 hektare di antaranya akan mulai di panen," jelasnya.
         
Di sebutkan Muslim bahwa sentra produksi pertanian padi berada diwilayah Kecamatan Rimbo Melintang, seperti desa pematang sikek dan lainnya, untuk kecamatan rimbo melintang daerah itu dapat melakukan penanaman 2 atau 3 kali panen dalam setahun karena sistem pergairan yang sudah normal.
         
"Pada bulan Januari-Mei padi telah panen pertama dan bulan Juni baru menanam kembali, kalau dihitung secara keseluruhan luas lahan tercatat sejak Januari hingga Mei lahan yang telah ditanam ada seluas 1.779 Ha," Pungkasnya. (Sr)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!