[OPINI] Ini Pernyataan Sikap PP IPNU Terkait Peledakan Bom Samarinda dan Hari Toleransi Internasional

Asep Irfan Mujahid (Ketua Umum IPNU)


Penulis: Asep Irfan Mujahid (Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama), Kamis (17/11/2016) 

Jakarta:Riaunet.com~Indonesia kembali berduka. Minggu 13 November 2016 lalu telah terjadi peledakan bom di pelataran Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda Kalimantan Timur. Akibat dari ledakan tersebut, empat balita mengalami luka bakar akibat ledakan bom molotov, satu di antaranya Intan Olivia Marbun berusia dua tahun, meninggal dunia akibat luka bakar yang diderita hampir di seluruh tubuhnya.

Peledakan bom diduga dilakukan oleh jaringan kelompok yang melakukan jihad atas nama Islam yang seringkali menciptakan teror kepada umat yang berbeda agama di Indonesia. 

"Di momen yang diperingati oleh masyarakat internasional sebagai Hari Toleransi Internasional 16 November, kita diingatkan kembali akan pentingnya rasa toleransi diantara umat beragama. Seperti juga yang dicontohkan oleh Bapak Bangsa kita, KH. Abdurrahman Wahid, yang selalu menggaungkan nilai-nilai toleransi. 

Dengan toleransi, kita menghormati manusia tanpa membedakan latar belakang ras, suku, agama, kepercayaan ataupun warna kulit, hal yang menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari. 

Sesuai dengan firman Allah SWT, 
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa–bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al Hujurat :13).

Islam adalah agama yang damai dan sangat menghargai perbedaan, bahwa ada kekerasan yang mengatasnamakan perjuangan Islam, hal tersebut merupakan tindakan yang mencoreng kesucian Islam itu sendiri. Penistaan agama bukan hanya dari ucapan, tapi juga dari perilaku. Tindak kekejaman dalam bentuk dan tujuan apapun, sangatlah biadab dan keji. Islam tidak mentolerir aksi-aksi teror yang mengancam umat lain, apalagi mencelakakan anak-anak yang tidak memiliki kesalahan dan belum memahami persoalan. Hal itu merupakan perbuatan yang menistakan agama Islam dan melecehkan agama Islam.

Maka dari itu, PP IPNU sebagai organisasi pelajar yang beraqidah Islam Ahlussunah Waljamaah menyatakan bahwa: 

1.Mengecam keras perilaku teror yang mengatas namakan jihad. 

2.Berpandangan bahwa jihad yang sesungguhnya adalah perbuatan amar makruf nahi munkar, bukan justru menebar teror dan menambah kemunkaran-kemunkaran baru. 

3.Anggapan bahwa perilaku teror adalah bagian dari jihad itu tak lebih hanya pikiran yang sesat dan menyesatkan.

4.Berbelasungkawa yang sedalam dalamnya terhadap para korban baik yang terluka maupun korban yang meninggal dunia, semoga ditempatkan di Surga-Nya penuh dengan rahmat 

5.Meminta aparat kepolisian menegakkan hukum yang seadil adilnya sehingga memenuhi rasa keadilan masyarakat, serta meminta polisi selalu waspada dan mampu mendeteksi secara dini ancaman-ancaman serupa dikemudian hari, sehingga negara benar-benar hadir dan memberikan rasa aman untuk warganya. 

"Semoga kita senantiasa menjadi orang yang selalu memupuk rasa toleran dalam memaknai perbedaan, demi tegaknya Agama Islam, Bangsa dan Negara Indonesia. (rdk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!