Kadiv Humas Polri: Masyarakat Yang Ikut Aksi Unjuk Rasa Dilarang Bawa Senjata Tajam



Jakarta~Diperkirakan 100 ribuan massa akan ikut aksi unjuk rasa terkait Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada besok. Polri mengingatkan kepada massa yang akan berunjuk rasa besok (4/11) agar tidak bawa senjata tajam dan benda yang bisa membahayakan.

"Diminta pada masyarakat yang akan ikut unjuk rasa dilarang membawa barang berbahaya, seperti senjata tajam," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (3/11/2016). 

Dijelaskannya, polisi akan menindak tegas jika ada massa aksi yang membawa senjata tajam dan benda yang membahayakan. 

"Akan ditindak sesuai hukum yang berlaku," jelas Boy. 

Dia juga mengajak kepada masyarakat luas untuk bersama-sama mengingatkan untuk menjaga keamanan dilingkungan wilayah masing-masing. 

"Segera lapor jika ada kegiatan yang mengkhawatirkan di lingkungan yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal," Katanya.

Sebelumnya Boy juga mengatakan bahwa pihak kepolisian akan menangani demo terhadap Ahok itu dengan pendekatan persuasif. 

"Yang penting saat unjuk rasa, jika misalkan tanggal 4 November digelar, kepolisian wajib mengedepankan langkah-langkah persuasif. Dan untuk memberikan jaminan bagi masyarakat yang tidak berunjuk rasa untuk dapat beraktivitas seperti biasa," ujar Boy, pada Sabtu (29/10/2016) lalu. 

Boy menambahkan, pendekatan yang mengarah ke ajakan unjuk rasa damai akan diutamakan. Kepolisian hanya berpikir positif bahwa aksi unjuk rasa akan berjalan dengan baik. Namun semua kemungkinan termasuk kemungkinan terburuk tentu sudah disiapkan langkah antisipasinya.

"Kita tidak underestimate. Semua langkah telah dipersiapkan. Termasuk langkah-langkah yang sifatnya kontigensi," Imbuhnya. (dtk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!