Kebijakan PT IKPP Dianggap Tidak Manusiawi, Karyawan Tertangkap Tidur, Kepala Shif Yang Di SP 1



SIAK:Riaunet.com~Kebijakan Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara yaitu PT Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP) Perawang kian mengganas dalam memberhentikan karyawan, mulai dari mengeluarkan Pola Shift yang dianggap mencekik karyawan dan sampai mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan Undang-undang Ketenagakerjaan maupun perjanjian kerja bersama (PKB). 

Seperti yang dilakukan perusahaan PT IKPP Perawang baru-baru ini yaitu bagi Karyawan yang tertangkap tidur itu dikenakan Surat Peringatan ke 2 (SP 2), tapi aturan itu bukan sampai itu saja, namun Kepala Shif maupun kepala seksi yang bertanggung jawab terhadap anggotanya ataupun karyawan yang tertangkap tidur tadi, kepala Shif dan Kepala Seksi juga dikenakan SP 1 juga. 

Kebijakan tersebut tentunya tidak sesuai dengan Undang undang Ketenagakerjaan maupun PKB 
secara aturan, bagi karyawan tertangkap tidur itu jelas di SP 2 karena sudah aturan, Namun bagi Kepala Shif maupun Kepala Seksi juga terkena sanksi SP 1, sementara sangsi tersebut tidak ada dalam aturan, padahal kita ketahui bahwa kepala Shif memiliki anggota yang dibantu kepala seksi tersebut memiliki anggota mencapai puluhan dan bahkan ratusan orang tersebut belum tentu bisa terkaver semua, tindakan dilakukan perusahaan kertas Terbesar di Asia tenggara tersebut dalam mengeluarkan kebijakan tersebut dinilai merupakan tindakan yang tidak manusiawi. 

Seperti yang dirasakan Kepala Shif yang enggan disebut namanya tersebut,"Saat ini aturan-aturan yang diberlakukan menajemen PT IKPP semakin mencekik pekerjanya. Selain melakukan pengurangan hampir disetiap bagian yang berkedok tawaran PHK, perusahaan terus melakukan inovasi dalam membuat peraturan dan kebijakan tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan Serikat Pekerja (SP). 

Hal ini tentu dinilai sangat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak dan yang telah di sahkan oleh Dissosnakertrans kabupaten Siak.

"Sekarang peraturan di PT IKPP betul-betul mencekik kami, orang yang tidur, saya pula yang di SP1 (Surat Peringatan Satu,red) dan kepala seksi juga dikenakan SP 1, seperti kita ketahui Sifat manusia ini berbeda-beda, ada yang mau ditegur, ada yang tidak, ada yang mau dinasehati dan ada juga yang memang bandel. Apakah kita yang menanggungnya? Nggak etis la itu," kata Dia menjelaskan kepada riaunet.com, Selasa (1/11/2016).

Dia menyebutkan, semakin lama peraturan di PT IKPP ini semakin aneh dan semaunya dalam mengeluarkan kebijakan, Padahal seperti diketahui bahwa perusahaan tidak bisa semena-mena dalam mengeluarkan dan menetapkan peraturan diluar dari isi yang ada di dalam PKB maupun undang-undang.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Kahutindo Mairizal mengaku bahwa  kebijakan yang dikeluarkan oleh PT IKPP Perawang itu tidak Fer dan sangat bertentangan dengan Undang undang. 
"Itu tidak benar, masak karyawan yang tertangkap tidur, kepala Shif maupun Kepala Seksi juga dikenakan sangsi, itu Kebijakan yang tidak benar," Tegasnya. 
Menanggapi persoalan tersebut, Pimpinan PT IKPP Perawang Hasanudin mengaku kebijakan tersebut memang benar namun harus melihat Historikal dulu, artinya bagi karyawan yang tertangkap tidur itu jelas kita SP 2 termasuk kepala Seksi kita SP 1 karena dia (kepala seksi, red) bertanggung jawab dengan kelalaian anggotanya.

"Kepala seksi kita SP 1 karena telah lalai dalam tugas mengawasi anggotanya, sedangkan Kepala Shif apabila dia berada dilokasi dan anggotanya tertangkap tidur juga di SP 1, Surat peringatan tersebut dilakukan guna memberikan Pembinaan bagi karyawaan," Sebut Hasanudin yang merupakan orang nomor satu di PT IKPP tersebut. (iz)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!