Sempena HUT PGRI, Syamsuar: Kepala Sekolah Jangan Melakukan Pungli



SIAK:Riaunet.com~Dalam menyambut Hari Guru Nasional dan HUT ke 71 PGRI, persaatun guru Kabupaten Siak menyelenggarakan kegiatan perlombaan yang dibuka langsung oleh Bupati Siak H Syamsuar di venue sepatu roda kecamatan Mempura, siak sri indrapura, Jum’at petang(18/11/2016) yang diikuti peserta dari anggota cabang PGRI se-Kabupaten Siak.  

Dalam sambutannya Bupati Siak menyampaikan bahwa kegiatan ini selain untuk ajang silaturahmi juga dapat untuk saling tukar informasi dan pengalaman, sehingga bisa memacu dalam meningkatkan kualitas sekolah kita kedepan. 

“Kami menyadari bahwa beberapa sekolah telah menunjukan kualitas yang baik, namun disisi lain dalam hal pemerataan, pendidikan yang ada di berbagai sekolah belum sesuai dengan yang kita harapkan. Oleh karena itu harus ada upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas, dan ini sangat diharapkan oleh pemerintah," jelas Syamsuar di hadapan para guru.

Ditambahkannya, kita dituntut untuk mempersiapkan anak-anak untuk siap bersaing dengan sekolah se Indonesia. Harapannya kita bisa menciptakan anak-anak yang cerdas dan kreatif sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain. Tentu semua ini tergantung dari bagaimana bapak/ibu guru mengajar anak-anak di sekolah, sehingga bisa menciptakan anak-anak yang cerdas dan berkuliatas. 

Kedepannya agar pihak PGRI kabupaten Siak menambahkan perlombaan selain olahraga dan kesenian, seperti lomba kreatifitas dan inovasi guru sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Karena guru yang berkualitas memiliki kompetensi serta mampu menciptakan anak-anak didiknya berkualitas juga," Ujar Syamsuar.

Lanjut dia, Mulai tahun depan SMA sederajat sudah menjadi kewenangan provinsi, namun demikian kita jangan putus hubungan. Jujur saja hati saya tak tega untuk melepasnya. Kami yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) telah berjuang ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait peralihan kewenangan SMA/SMK, tapi belum diputuskan. 

Terkait maraknya kasus yang terjadi antara guru dengan siswa yang melibatkan orang tua siswa, berdasarkan yurispredensi Mahkamah Agung (MA), guru tidak bisa dipidana saat menjalankan profesinya dan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap siswa. Namun saya berharap para guru tidak melampaui batas untuk menegakkan disiplin," Kata dia.

Saya berpesan kepada para kepala sekolah dan guru untuk tidak melakukan pungutan liar. Saat ini pemerintah telah membentuk tim untuk mengintai siapa-siapa saja yang melakukan pungli. Jangan sampai terjadi apa yang dilakukan walikota Bandung memecat kepala sekolahnya, dan ini jangan sampai terjadi di Siak," tambahnya.

Dalam laporan sebelumnya Ketua Umum PGRI Kabupaten Siak, Lukman mengatakan, perlombannya terdiri dari olahraga dan kesenian, cabang olahraga yang dilombakan adalah bola voli dan senam PGRI sementara untuk kesenian adalah lomba menyanyi solo putra dan putri, kompang mengarak pengantin dan seminar. 

Sementara untuk Tema HUT PGRI ke 71 tahun 2016 ini adalah membangkitkan kesadaran kolektif Guru dan meningkatkan mutu pendidikan. 

Pesertanya terdiri dari utusan 14 kecamatan (PGRI cabang) antara lain, dari kecamatan Siak sebanyak 200 orang, Mempura 365 orang, Bungaraya 40 orang, Sabak Auh 20 orang, Sungai Apit 115 orang, Pusako 40 orang, Dayun 120 orang, Koto Gasib 60 orang, Lubuk Dalam 30 orang, Kerinci Kanan 20 orang, Tualang 100 orang, Sungai Mandau 20 orang, Minas 20 orang dan kecamatan Kandis mengutus 25 orang. 
Kegiatan ini dimulai dari tanggal 18 hingga 19 Nopember 2016 yang bertempat di Kecamatan Mempura," paparnya.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan persatuan dan solidaritas diantara rekan seprofesi serta untuk meningkatkan motivasi mereka," tambah Lukman.(rls/hms)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!