Saddam: Pemerintah Harus Tegas Dalam Menegakkan Konstitusi

Saddam Orbusti Ritonga , S.IP


Pekanbaru:Riaunet.com~Indonesia sebagai sebuah negara yang berbangsa-bangsa dijalankan berdasarkan Konstitusi yakni Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD  1945). Konstitusi ini merupakan penjabaran dari ideologi bangsa kita yakni pancasila. 

Hal ini dikatakan oleh Saddam Orbusti Ritonga kepada riaunet.com saat dihubungi melalui selulernya, Jumat(23/12/2016) dalam menanggapi adanya larangan Pemerintah Aceh Barat terkait dengan perayaan Natal di wilayah pemerintahannya sebagaimana yang dimuat dalam laman republika.co.id (22/12/2016).

Saddam yang merupakan ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Pekanbaru juga mengatakan, Indonesia negara yang berazaskan pancasila sebagai ideologi yang kemudian dijabarkan kedalam sebuah Konstitusi (UUD 1945) yang harus dijalankan berdasarkan aturan-aturan yang termaktub dalam Konstitusi itu. 

Negara kita mengakui kekuasaan tertinggi dalam tatanan kenegaraan kita adalah pancasila dan UUD 1945. Tidak ada yang lebih tinggi dari itu," Katanya. 

Dengan demikian, lanjutnya semestinya tidak ada lagi aturan-aturan yang mengangkangi Konstitusi kita. Tidak boleh ada Perbup (Peraturan Bupati) yang boleh melanggar aturan yang dimuat dalam konstitusi kita. Jangankan Perbup, Undang-Undang sekalipun tidak dibenarkan untuk itu (melanggar konstitusi).

Sesuai dengan tingkatan kekuatan hukum yang ada di indonesia ini, pria yang kini sedang menempuh program magister ilmu pemerintahan di Univeritas Islam Riau (UIR) ini menjelaskan bahwa Perbup sebagaimana yang ada di Aceh Barat itu masih jauh dibawah konstitusi," tegas Saddam. 

"Sesuai hierarki nya, Pancasila dan Konstitusi itu lah yang tertinggi. Perbup itu jauh dibawah Pancasila dan UUD 1945. Dan sesuai peraturan tatanan hukum kita, tidak boleh peraturan yang lebih rendah itu melanggar peraturan yang lebih tinggi. 

Sebelumnya, di Kabupaten Aceh Barat Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menerbitkan larangan penyebaran terompet yang menyimbolkan hari natal. Atas kejadian ini saddam memprihatinkan keseriusan pemerintah dalam menegakkan Konstitusi negara ini," Ucap Saddam lagi. 

"Saya sangat prihatin dengan cara pemerintah dalam menegakkan Konstitusi kita. Terkait dengan pelarangan keberadaan pernak-pernik hari natal ini sudah jelas sekali melanggar konstitusi kita yang menjamin kebebasan beragama di negara ini dan beribadat sesuai dengan agamanya. 

"Menurutnya, Pelarangan seperti ini tentu sudah melanggar hak-hak konstitusional warga negara nasrani yang ada di kabupaten Aceh Barat. Jadi saya menegaskan, agar hal ini tidak terus terjadi, pemerintah kita harus tegas dalam menegakkan konstitusi negara kita," Tutup Saddam. (tim)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!