Flickr

Terkait Lampu Hidup di Siang Bolong, Humas Armadi dinilai Langgar PKB, Ini Kata Hasanudin



SIAK:Riaunet.com~Humas PT IKPP Perawang Armadi dinilai Langgar Peraturan Kerja Bersama (PKB) tentang Lampu Mes karyawan yang masih hidup di Siang bolong. Kewajiban tersebut telah dituangkan saat para karyawan PT IKPP Perawang yang ingin Masuk ke mes IKPP harus mengikuti peraturan yang berlaku seperti halnya "mematikan kran air dan lampu jika tidak digunakan dengan semestinya, apabila itu dilanggar,maka karyawan tersebut dikenakan sanksi.

Menurut salah satu mantan karyawan IKPP Perawang, Jhon membenarkan bahwa ada aturan seperti itu.

"Iya itu memang benar bang ada aturan seperti itu, jadi bagi karyawan kedapatan menghidupkan lampu maupun kran air dengan tidak semestinya maka akan disanksi, aturan tersebut disampaikan saat kita memasuki mes dan sudah ditempelkan di masing-masing mes tersebut," Jelas Jhon.

Jhon menjelaskan bahwa poin aturan tersebut terletak pada bab 4 tentang tata tertib kerja pasal 11 kewajiban pekerja point 19 yaitu "menjaga dan memelihara kebersihan mes dan tidak  diperbolehkan menggunakan alat pemanas celup/pemanas serta tidak diperbolehkan mengubah instalasi listrik tanpa sepengetahuan seksi yang bertanggung jawab mengawasi mes.
 
"Namun peraturan itu diperjelas pada bahasa menjaga dan memelihara mes, apabila kedapatan oleh Sefty ketika karyawan tidak mematikan lampu dan kran air tidak digunakan dengan semestinya dan hidup disiang bolong, maka mereka dikenakan sanksi," Jelas jhon sembari sambil memegang buku PKB.

Jhon juga menyampaikan bahwa dirinya pernah menjadi salah korban ketatnya peraturan dari IKPP tersebut.

"Saya pernah kena juga bang, waktu itu saya lupa mematikan kran air, jadi kena sanksi lah,"Tambahnya.

Terkait sanksinya, dirinya menjawab, sanksi tersebut bisa di lihat di bab 10 tentang sanksi dan PHK pasal 45.

"Bagi karyawan yang melangar pasal kewajiban pekerja, perusahaan tersebut berhak memberikan sanksi Surat peringatan pertama (SP1) dan potong premi 30 persen," tutupnya.

Namun, peraturan PKB bab 4 pasal 11 tersebut apakah berlaku buat Humas Armadi dan HRD PT IKPP Zulfikar, padahal mereka berdua merupakan karyawan PT IKPP Perawang yang telah kedapatan tidak mematikan lampu disiang bolong.

Hal itu dapat dibuktikan saat awak media berkunjung ke Mes Armadi dan Zulfikar sekitar pukul 14.00 Wib pada tanggal (23/11/2016) lalu serta berhasil mengabadikan momen foto tersebut, Humas Armadi dan HRD PT IKPP Zulfikar bertempat tinggal di mes karyawan blog 16 nomor 3 yang dihuni oleh Humas Armadi sedangkan no 4 dihuni oleh HRD Zulfikar. 

Menanggapi persoalan tersebut Humas PT IKPP Armadi saat dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (15/12/2016) terkait persoalan tersebut, dirinya mengakui tidak tahu persis tentang aturan tersebut, namun kalau itu dituang kan dalam PKB, "iya itu benar.

Saat awak media mengirim berupa foto ke Armadi, Armadi membantah bahwa lampu tersebut sudah mati.

"Tadi saya minta tolong sama pak Zul (pak Zul merupakan tetangga armadi) untuk mengecek lampu, apa sudah mati,"Sebut Armadi sambil menjelaskan bahwa dirinya berada di Padang Sumatera barat.

Namun, saat kembali awak media menjelaskan bahwa dia mengambil gambar pada tanggal (23/11/2016) disiang hari, dirinya menjawab,"Jadi maksudnya apa ditanyakan sekarang? dan urusannya dengan irfan?," Singkatnya.

Sementara itu, Pimpinan PT IKPP Perawang Hasanudin The saat dikonfirmasi riaunet.com melalui selulernya, Kamis (15/12/2016) tidak diangkat, Sms pun tidak dibalas. (iz)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!