Berita Terkini

Panglima TNI: Setiap Warga Berhak Bela Negara, Namun Prosedurnya Harus Benar

Rabu, Januari 11, 2017
Jakarta~Dandim 06/03 Lebak Letkol Czi Ubaidillah dicopot dari jabatannya karena melanggar prosedur saat melatih bela negara ormas FPI Banten. 
"Sudah dicopot kemaren, sesuai dengan keterangan dari Pangdam karena kesalahan prosedur," kata panglima Gatot di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017).

Panglima TNI Gatot memastikan program bela negara boleh diikuti oleh siapapun warga negara Indonesia. Namun harus sesuai dengan standard operating procedure (SOP).

"Bela negara itu hak semua warga negara, namun prosedurnya harus benar, tidak nanti Koramil ajukan sendiri tanpa laporan," Ujarnya.

"Ada silabusnya, kesehatan, dan apa yang harus dicapai. Tidak sembarangan.

Bilamana pihak ingin mendapat pelatihan bela negara dari TNI, termasuk ormas, pimpinan dari satuan yang melaksanakan pelatihan harus melapor kepada atasannya. Inilah yang dilanggar oleh Letkol Ubaidillah," Ungkapnya.

"Prosedurnya itu harus melaporkan ke pimpinan. Seperti Koramil kepada Dandim, Dandim kepada Danrem, itulah yang tidak dilalui.

Pelatihan bela negara terhadap FPI bukan baru kali ini dilakukan, Gatot menyebut TNI pernah melatih FPI bela negara di Madura pada 2014 lalu. 

"Kejadian itu pada Maret 2014. Kejadian sudah berlalu dan prosedurnya benar. Sebenarnya langkah ini sudah ada aturannya," ucapnya. (dtk)