Waduh, Dua Tahun sebelumnya, PAD Walet Tidak ada, Ada Apa ?


SIAK:Riaunet.com~Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui semua lini, hal itu dilakukan guna meningkatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak yang saat ini mengalami kemerosotan yang sangat drastis.

Di tahun 2017 ini saja APBD Kabupaten Siak berkisar 1.67 Trilyun, Angka itu turun drastis dibandingkan tahun lalu, untuk itu, Bupati Siak Drs Syamsuar Msi meminta kepada semua SKPD agar dapat mengejar PAD yang di miliki setiap Kecamatan di Kabupaten Siak.

Namun, apa jadinya ditengah-tengah menggebu meningkatkan PAD,  pemerintahan Kabupaten Siak melalui dinas terkait melewatkan PAD tentang pengusaha penangkaran burung walet, padahal Perda penangkaran burung walet sudah ada yang mengatur sesuai Perda Kabupaten Siak Nomor 4 tahun 2008.

Berdasarkan Perda No 4 tahun 2008 tentang izin penangkaran burung walet bahwa setiap pengusaha burung walet yang berdomisili di Kabupaten Siak harus membayar retribusi kepada pemerintah, Pembayaran tersebut dilakukan pengusaha berdasarkan harga di pasaran, tapi hal itu tidak terjadi di tahun 2015 dan 2016, ternyata Dua tahun itu, PAD Kabupaten Siak tentang Retribusi penangkaran burung walet tidak ada masuk ke kas daerah.
  
Informasi yang berhasil dihimpun oleh riaunet.com bahwa ada sekitar puluhan penangkaran walet di Kabupaten Siak, mereka (pengusaha walet,red) tidak mau membayar retribusi lantaran harga jual sarang burung walet tidak stabil, padahal Perda sudah mengatur. Namun, 2 tahun lalu pemerintah Kabupaten Siak dibilang tidak serius  dalam menyikapi hal tersebut.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas DPPKAD melalui Kabid PAD Kabupaten Siak, Muzamil saat dihubungi riaunet.com berkilah bahwa PAD tentang penangkaran burung walet sudah masuk ke kas daerah.

"Ada kok bang masuk PAD di tahun 2016,"Sebutnya dengan nada tersendat sendat.

Saat awak media kembali bertanya tentang nominal nya, Muzamil mengaku tidak tahu.

"Saya tidak tahu pasti nie bang berapa nominal nya, saya lagi diluar nanti saya hubungi kembali terkait nominal nya,"Tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan pihak DPPKAD melalui Kabid PAD Kabupaten Siak belum menghubungi dan menyampaikan berapa nominal nya. (Iz)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!