Dampak Money Politik, Politik Membeli Suara Rp.50.000-Rp. 200.000

KAMPAR:Riaunet.com~Sebagai seorang pemilih cerdas, maka patut mempertimbangkan kapasitas calon wakil rakyat dan kualitas sumber daya manusia. Mulai dari latar belakang pendidikan atau keilmuan, pengalamanan, keterampilan teknis, hingga kemampuan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan merumuskannya menjadi kebijakan publik. 

Hal lain yang juga perlu dicermati adalah track record atau rekam jejak calon pemimpin maupun partai pengusungnya. Masyarakat harus mengambil sikap sebagai pemilih murni dan cerdas, siap melaporkan setiap ada praktek money politic, dan mengikuti pendidikan moral dan politik. 

Hal ini disampaikan Satgas Tolak Money Politik Pilkada Kampar, Yusroni Tarigan S.Sos kepada riaunet.com, Selasa (14/2/2017).

Dijelaskannya, Dampak money politic adalah melatih masyarakat untuk bertindak curang. Pelakunya pun bila terpilih, mungkin sekali melakukan penyalahgunaan jabatan dan terlibat kasus korupsi. 
Kecurangan Pemilu Modus kecurangan pemilu bisa dikategorikan sebagai berikut :

1. Serangan fajar.

"Harus diwaspadai pemberian uang atau sembako menjelang fajar menyingsing untuk memilih calon bupati dan wakil bupati tertentu. Itulah modus kecurangan pemilu nan klasik yang dilakukan setiap kali pilkada. Bagi calon berduit biasanya melajukan hal keji ini.

2. Waspadailah pemilih fiktif yang jumlahnya banyak sekali dan pemilih ganda. 

Itu potensi kecurangan yang luar biasa. Fiktif, tapi masih tercantum dalam daftar pemilih tetap. Modus kecurangan pemilu bermacam-macam. Ada orang yang sudah meninggal, tapi dibikin hidup kembali. Ada anak kecil yang mendadak dewasa mempunyai hak pilih. Ada pula anggota TNI dan Polri, serta pemilih ganda yang namanya tercatat lebih satu kali.

3. Pastikanlah apakah setelah mencoblos, ada tanda tinta atau tidak di jari tangan pemilih. Bahkan, lebih jauh lagi, apakah tintanya gampang hilang atau tidak. Semua yang telah memilih wajib mencelupkan jarinya ke dalam botol tinta yang tidak mudah luntur. 

4. Awasi surat suara. Jumlah surat suara yang disiapkan di setiap TPS sebanyak jumlah pemilih ditambah cadangan sebanyak 2%. Sedikit lebih peduli dalam berdemokrasi dengan mencatat jumlah kertas suara di tempat pemungutan suara masing-masing, catat pula jumlah suara yang batal, dan jumlah suara yang tidak hadir memilih. Periksalah surat suara sebelum digunakan. Jangan mau menggunakan surat suara yang sudah rusak.

5. Penghitungan suara. Sesuai ketentuan undang-undang, pemungutan suara dan penghitungan suara dilakukan pada hari yang sama. Hanya ada waktu 12 jam untuk menghitung suara di TPS. 

"Ayo masyarakat Kampar jadilah pemilih cerdas jangan jual suara kita pada orang yang berlaku keji, orang yang ambisius meminta-minta jabatan bahkan rela membeli suara masyarakat untuk mencapai ambisinya menguasai Kampar, lalu setelah berkuasa berbuat sesuka hatinya," Seru Satgas Tolak Money Politik Kampar, Yusroni Tarigan S.Sos. (Tim)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!