Hati-Hati, Merokok Sembarangan Di Yogya Bisa Kena denda Lo..

Yogyakarta~Dewan Perwakilan Rakyat Derah Yogyakarta sahkan Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Raperda KTR) menjadi Peraturan Daerah (Perda) KTR. Pengesahan Perda KTR ini dilakukan oleh DPRD Kota Yogyakarta dalam rapat paripurna yang dilakukan Senin (6/2/2017) lalu.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda KTR, Diani Anindiati menyebukan, tujuan Perda KTR adalah mengendalikan produk dan asap rokok. Ada sebanyak tujuh kawasan yang diatur dalam penerapan KTR. 

Tujuh kawasan yang diatur dalam Perda tersebut adalah, fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek, posyandu, toko obat, dan tempat praktek kesehatan), tempat proses belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, balai latihan kerja, gedung dan kawasan pendidikan PAUD, tempat kursus, serta tempat bimbingan belajar), tempat bermain anak (area bermain anak dan tempat penitipan anak); tempat ibadah, angkutan umum (termasuk angkutan anak sekolah dan karyawan), tempat kerja (kantor pemerintahan maupun swasta), dan tempat umum yang ditetapkan (tempat rekreasi dan hiburan, tempat wisata, restoran, hotel, kantin, halte, terminal penumpang, stasiun, pusat perbelanjaan, dan fasilitas olahraga).

"lokasi tersebutlah menjadi area larangan merokok, memproduksi, menjual, dan memproduksi produk tembakau," kata Diani, Selasa (7/2/2017).

Dia menjelaskan, bagi pelanggar Perda KTR akan diterapkan sanksi tegas yaitu berupa kurungan satu bulan atau denda maksimal Rp7,5 juta. Menurutnya, sanksi itu tak hanya bagi yang merokok, namun juga menjual dan mempromosikan produk tembakau di area KTR. 

"Sanksi bisa juga berlaku bagi penanggung jawab KTR yang tak menyediakan ruang khusus merokok. Ini sudah diatur semuanya dalam Perda KTR," jelasnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Raperda KTR, Dwi Budi Utomo, mengatakan bahwa ada pengecualian area KTR yang menjadi kesepakatan politik antara anggota pansus. Pengecualian tersebut yakni seperti di fasilitas olahraga dalam ruangan/gedung masih dibolehkan promosi produk rokok. 

"Untuk area yang tak dilarang menjual rokok yakni di terminal, stasiun kereta api, tempat wisata, hotel, dan kantin tempat kerja," ujarnya. (mdk)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!