Flickr

ISPP Kuansing Gelar Seminar Dengan Menghadirkan Tiga Pemateri Bertarap Internasional

Kuansing:Riaunet.com~Ikatan Sarjana Peduli Pendidikan (ISPP) Kuansing menggelar acara seminar, Sabtu (11/2/2017) dengan mengambil tema "mempersiapkan generasi menghadapi MEA", dalam acara tersebut ketua ISPP Kuansing, Rizki Erlando S.Pd menyampaikan bahwa acara ini terselenggara atas niat tulus untuk memotivasi adek-adek kita yang masih duduk di SMA maupun SMK.

 Setelah acara ini kita harus berjuang dan tidak lagi menghadapi (MEA) tapi melawan (MEA), kemeren kita tunjuk Debi Tomika ST sebagai ketua panitia, dan kita juga bergandengan dengan Komunitas Cerenti Berbagi yg diketuai oleh fatma Nandra ,SE," kata Erland.

 Diketahui bahwa pada acara ini juga mendatangkan pemateri yang bertarap internasional, seperti Zulhendri Nazaruddin, dia adalah Sarjana kimia yang pernah (mantan) bekerja diperusahaan minyak internasional, Drs.Almasri. M.SI dosen UIN/pembicara di beberapa negara, Azman Azhari,S.Hut,M.H pengusaha tenun Riau yang bertarap internasional.

 Dalam sambutannya, Drs Almasri M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam rangka memikirkan pendidikan. Harapan kita kegiatan ini tidak terhenti dan terus lah berkelanjutan dengan topik yg kodinsional sesuai kebutuhan Kedepan.
 Subtansi pembicaraan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh generasi muda, khususnya siswa yang pada dasarnya akan menghadapi MEA, karena harus menyiapkan dua half skill knowdgle guna untuk bersaing di era MEA di dalam persaingan dunia kerja, oleh karena itu bagi siswa itu harus ada motivasi untuk  belajar, tanpa hari tanpa belajar dan pandai membaca peluang, namun jangan lupa akhlak dan prilaku harus dimiliki juga dalam persaingan Mea," paparnya.

 Sementara itu, Azman Azhari juga menceritakan terkait usaha ekonomi kreatif, kali ini tentang songket yang awalnya dari coba-coba dan akhirnya menjadi bisnis, yang sekarang ini omsetnya sudah sangat menggiurkan.

 Pesan saya kepada murid-murid supaya mempersiapkan diri dan kreatifitas di era Mea ini. Ubah pola digma kita, lanjutkan sekolah kejenjang lebih tinggi dan mengasah kreativitas terus menerus," ungkapnya.

 Saat ini kita diserbu oleh banyak produk impor dari luar, sementara kita hanya export bahan mentah, kedepan kita maunya hasil kreatifitas kita dan produk kita harus diexport dalam bentuk. Bahan jadi/produk kerajinan,"tambahnya.

 Dalam pada itu juga, Zulhendri seorang sarjana kimia yang pernah bekerja di perusahaan minyak internasional itu menjelaskan tentang pengalamannya bekerja di perminyakan dan pengeboran.

 Saya ingin kasih tau kalo sebenarnya dalam hidup harus kuat berjuang, dan pengalaman hidup membuat saya beda perjuangannya.

 Diceritakan Zulhendri, dahulu saat saya tes di perusahaan minyak international, dari Indonesia cuma lolos 2 orang, dan salah satunya adalah saya.

 "Jadi semua itu tak lepas dari doa dan usaha serta dukungan dari teman dan keluarga, jgn minder Walaupun kita lahir dikampung, tapi kita bisa mempunyai daya saing kok," Ungkapnya. (Tim)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!