LAKI Kabupaten Bengkalis Desak Dinas Lingkungan Hidup Serius Atasi Masalah Lingkungan dan Ekosistem


Bengkalis:Riaunet.com~ Dijalan Panglima Minal Desa Senggoro Bengkalis ini, Abdul Kadir ketua Organisasi kemasyarakatan Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) kabupaten Bengkalis meminta agar Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) kabupaten Bengkalis dapat mengambil langkah tegas guna menyelamatkan lingkungan dan ekosistemnya.

" Mangrove itu hutan penyangga pantai, perambahan terhadapnya akan berakibat sangat fatal terhadap lingkungan dan ekosistem yang terkandung di dalam hutan mangrove itu sendiri, untuk itu kalau memang akan ada pemanfaatan lahan dilokasi hutan mangrove tersebut harus dilakukan kajian yang mendasar terhadap dampak lingkunganya, " kata Kadir pada wartawan,Rabu16 Agustus 2017.

Lebih lanjut pria keturunan batak bermarga Siregar ini menegaskan bahwa perambahan terhadap hutan mangrove secara ilegal sebagaimana yang diduga dilakukan oleh pengusaha tambak udang bernama AHI ini telah melanggar Undang - Undang tentang kehutanan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 4 ayat (1) dan pasal 33 ayat (3);Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya;Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan United Nations Convention On Biological Diversity (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Keanekaragaman Hayati);Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1994 tentang Pengesahan United Nations Framework Convention on Climate Change (Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim);Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumberdaya Air;Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009;Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang Nomor 23 tahun 2014;Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2014;Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan;Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan;Peraturan presiden nomor 73 tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove.

Lebih lanjut Kadir meminta agar DLH kabupaten Bengkalis segera menghentikan aktifitas perambahan terhadap hutan mangrove yang diduga dilakukan oleh AHI ini sebelum dilakukan kajian terhadap dampak lingkunganya oleh instansi terkait.

" DLH Bengkalis harus menghentikanya, tidak boleh dibiarkan sebelum yang bersangkutan memiliki AMDAL ",tegas Kadir.

Sementara itu, sebelumnya kepala dinas lingkungan hidup (DLH) kabupaten Bengkalis dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya belum pernah menerima pengajuan permohonan izin dari pihak manapun.

" Kita belum pernah menerima pengajuan izin, atau rekomendasi apapun dari pihak manapun terkait izin pembuatan tambak udang ", kata Arman pada wartawan beberapa waktu lalu.

Dilain pihak, saat wartawan meminta konfirmasi kepada AHI wartawan ditemui oleh anaknya yang bernama KEN dikantornya jalan A.Yani Bengkalis meminta agar wartawan menghubungi ayahnya yang di Pekanbaru.

" Temui saja bapak di Pekanbaru, saya hanya ditugasi mengurusi alat berat yang menggali ", kata KEN.

Kemudian KEN memberikan nomor contak WhatsApp untuk berkomunikasi, namun setelah wartawan mencoba menghubungi nomor contak tersebut, wartawan mendapat jawaban bahwa nomor tersebut tidak ada hubungan dengan AHI melainkan nomor salah satu tempat usaha orang lain. (Rom)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!