Diduga Limbah PKS PT EMA Cemari Sungai Rokan di Empat Desa

RokanHulu:Riaunet.com~Limbah PKS PT Eluan Mahkota (EMA) kota tengah diduga cemari sungai rokan dan lingkungan hidup di 4 desa, ini dinilai sangat parah, dan warga menuntut mendenda dan penutupan sementara Perusahaan tersebut.

Camat kepenuhan, Recko Roandra  bersama tim pengawasan dari dinas lingkungan hidup dan kebersihan rohul, dandim, bhabinkamtibmas serta 4 orang kepala desa dan kelurahan yang menjadi korban pencemaran limbah yakni kepala desa seroja ,kepenuhan timur, kelurahan kota tengah, dan kepenuhan hilir, dan beberapa orang tokoh masyarakat tiba di kantor PT EMA sekitar pukul 12 siang pada selasa (17/10/2017) untuk berunding dengan pihak perusahaan terkait pencemaran lingkungan yang terjadi senin 16 oktober 2017 sekitar pukul 16:00 wib.

Camat kepenuhan menyampaikan bahwa akibat pencemaran yang disebabkan limbah perusahaan itu seluruh aktifitas masyarakat di sungai rokan, mulai dari mandi, mencuci kain, mencuci piring, dan bahkan mata pencaharian sebagai nelayan tradisional lumpuh total.

Tidak hanya itu, ikan-ikan juga banyak yang mati. Untuk itu, camat kepenuhan recko dan 4 orang kepala desa, mewakili masyarakat meminta kejelasan dari perusahaan terkait pencemaran yang terus terjadi setiap tahun tersebut," Kata Recko.

Dari kelalaian PT EMA ini, Camat menegaskan 2 tuntutan dari masyarakat, yakni Perusahaan diminta umtuk perbaiki tanggul limbah dibawah kepengawasan dinas LKH agar pencemaran tak terulang lagi.

Kemudian PT EMA diminta memberikan denda atas kelalaiannya sesuai permintaan masyarakat dalam musyawarah masing-masing desa. dan persoalan ini juga akan disampaikan ke bupati," tegas camat.

Sementara itu, manager PT EMA, Hasoloan sianturi mengakui bahwa pihaknya sudah lalai hingga terjadi pencemaran. dikatannya, limbah berbahaya bocor tanpa diketahui 3 orang pengawas setelah terjadi pencemaran dan dilakukan pengecekan didapati tanggul kolam bobol dan disekitarnya bekas kaki hewan ternak sapi masyarakat.

Menurutnya setiap harinya ratusan sapi masyarakat dari SP 3 berkeriaran mencari makan disekitar kolam limbah," kata Hasoloan.

Usai melakukan mediasi, tim pengawasan dari dinas LKH Rohul mengambil sampel di kolam limbah PT EMA.

Kabid pengawasan LKH Rohul, Asdinoper mengatakan, ada 4 sampel yang diambil yakni limbah yang mengalir di Muara anak sungai yakni di sungai rokan, limbah yang mengalir di parit gajah, limbah dari kolam ipal 11, dan dikolam terakhir. Untuk hasil uji lab akan diketahui 10-15 hari kedepan.

Asdinoper mengakui sejauh ini pihaknya baru bisa mengatakan terindikasi pencemaran. Dan jika hasil labotarium membuktikan limbah tidak baku mutu, maka PT EMA bakal ditindak sesuai UU 32 dan dikenakan sanksi maksimal 3 tahun penjara dan denda 3 milyar. (Rat)

About

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiawa Silahkan SMS ke nomor HP : 081371900107/ 0811707378/ BBM:28A13E78 atau email ke alamat : redaksiriaunet@gmail.com, Harap camtumkan detail data anda

Comments Now!

You can be first to comment this post!