Berita Terkini

KPK Hattrick Tangkap Gubernur Riau, Alfa Syahputra:Masyarakat Harus cerdas Menggunakan Hak Suaranya

Minggu, Januari 21, 2018
RokanHulu:Riaunet.com~Terkait Hattricknya Gubernur Riau ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). Tokoh Muda Luhak Kepenuhan, Alfa Syahputra menilai Provinsi Riau sudah mulai Krisis Pemimpin.

Mengingat sudah tiga kali KPK membekuk Gubernur Riau, seperti Saleh Djasit, Rusli Zainal dan Annas Maamun. Tokoh Muda Luhak Kepenuhan Alfa Syahputra nilai riau mulai mrisis pemimpin, dan masyarakat harus cerdas dalam memilih Gubernur, agar Riau lebih baik lagi. 

Dari permasalahan terkait Gubernur Riau ditangkap KPK, Saleh, yang pernah menjabat Gubernur Riau pada priode tahun 1998-2003, berurusan dengan KPK terkait dengan kasus korupsi mobil pemadam kebakaran yang melibatkan Hari Sabarno. KPK menahan Saleh pada 19 Maret 2008 setelah menjadi anggota DPR.

Rusli, menjabat selama dua periode, yaitu 2003-2008 dan 2008-2013. Ia ditangkap KPK terkait dengan kasus korupsi PON XVIII, suap anggota DPRD Riau, dan penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada hutan tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan Riau.

KPK menangkap Annas Maamun 25 September 2014 sore di Cibubur Jakarta. Gubernur yang didukung Partai Golongan Karya tersebut tertangkap tangan terkait dengan kasus dugaan suap alih fungsi lahan. 

Gubernur BEM Fekon UPP, Alfa Syahputra mengatakan, saat ini di negara kita tercinta sedang terjadi krisis kepemimpinan.

Pada saat ini pula banyak pemimpin yang hanya sekedar memimpin tetapi tidak mencerminkan perilaku seorang pemimpin. Mereka tidak jujur, mereka membohongi rakyatnya, mereka melupakan janji-janji manis yang telah mereka berikan, mereka perlahan-lahan menggerogoti kekayaan negeri ini untuk keuntungan dan kepuasan mereka sendiri," Kata Alfa di pasirpengaraian, Minggu (21/1/2018).

Pemuda yang baru berusia 21 Tahun ini juga menambahkan, berbagai macam cara yang akan dilakukan para calon yang akan bertarung dalam proses Demokrasi di Indonesia, mulai pemilihan Kepala desa hingga pemilihan Presiden, Mereka rela menghabiskan uang ratusan juta rupiah bahkan sampai miliyaran Rupiah hanya untuk mendapatkan jabatan yang mereka inginkan. Padahal itu semua akan merusak sistem demokrasi bangsa ini, dan tanpa tidak disengaja rakyat telah dibodohi dengan Many Politic.

"Boleh kita ambil uangnya tapi jangan coblos orangnya. Mari kita berfikir lebih jauh lagi, berfikir untuk kemajuan, jangan mau kita terlena dengan uang, maupun siapa dia? dari Keluarga mana,status sosialnya, tetapi pilihlah calon yang akan mengayomi, mendengar, menjadi acuan,integritas baik, berkompetensi, program jelas, orang yang mengemban tugas dan tanggungjawab untuk memimpin dan  bisa mempengaruhi orang yang dipimpinnya.terukur serta bisa membawa kesejahteraan," Ajak Alfa. (des)